Strategi Memilih dan Daya Tampung SNBT 2026 ITB 24 Fakultas

Daya Tampung SNBT 2026 ITB

Daya Tampung SNBT 2026 ITB

Daya tampung SNBT 2026 ITB menjadi pijakan awal bagi kamu yang bercita-cita kuliah di Institut Teknologi Bandung. Informasi tentang kuota penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) ini langsung menentukan strategi pendaftaranmu. Memahami berapa banyak kursi yang tersedia di setiap fakultas atau sekolah akan membantumu mengukur peluang dan memilih rumpun keilmuan yang tepat.

Pada tahun akademik 2026/2027, ITB kembali membuka pendaftaran melalui jalur SNBT dengan porsi kuota yang lebih besar dibandingkan jalur prestasi (SNBP). Kamu perlu mencermati rincian daya tampung ini karena sistem pendaftaran di ITB bersifat unik: kamu memilih fakultas atau sekolah, bukan langsung program studi, kecuali pada beberapa ketentuan khusus.

Rincian Kuota SNBT 2026 ITB per Fakultas

Berikut rincian daya tampung SNBT 2026 ITB yang perlu kamu catat sebagai bahan pertimbangan sebelum mendaftar UTBK:

  1. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) – 130 kursi
  2. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) – 115 kursi
  3. Sekolah Farmasi (SF) – 56 kursi
  4. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Sains (SITH-S) – 42 kursi
  5. Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) – 100 kursi
  6. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Rekayasa (SITH-R) – 75 kursi
  7. Fakultas Teknologi Industri – Kampus Cirebon (FTI-C) – 33 kursi
  8. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan – Cirebon (FTTM-C) – 30 kursi
  9. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian – Cirebon (FITB-C) – 30 kursi
  10. Fakultas MIPA – Matematika (FMIPA-M) – 60 kursi
  11. Fakultas MIPA – IPA (FMIPA-IPA) – 98 kursi
  12. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Komputasi (STEI-K) – 67 kursi
  13. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Rekayasa (STEI-R) – 75 kursi
  14. Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) – 110 kursi
  15. Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) – 55 kursi
  16. Fakultas Seni Rupa dan Desain – Cirebon (FSRD-C) – 51 kursi
  17. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan – Infrastruktur Sipil, Lingkungan, dan Kelautan – 90 kursi
  18. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan – Infrastruktur Sumber Daya Air dan Sanitasi Lingkungan – 40 kursi
  19. Fakultas Teknologi Industri – Sistem dan Proses (FTI-SP) – 105 kursi
  20. Fakultas Teknologi Industri – Rekayasa Industri (FTI-RI) – 55 kursi
  21. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati – Cirebon (SITH-C) – 18 kursi
  22. Arsitektur (SAPPK) – 28 kursi
  23. Perencanaan Wilayah dan Kota (SAPPK) – 35 kursi
  24. Perencanaan Wilayah dan Kota – Cirebon (SAPPK) – 30 kursi

Dari data di atas, terlihat bahwa Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) menyediakan kuota SNBT terbanyak, disusul oleh Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) serta Fakultas Teknologi Industri – Sistem dan Proses (FTI-SP).

Strategi Memilih Fakultas Berdasarkan Daya Tampung

Memahami daya tampung SNBT 2026 ITB saja tidak cukup. Kamu perlu menyusun strategi matang. Berikut panduan yang bisa kamu terapkan:

1. Bandingkan dengan Jumlah Peminat Tahun Lalu

Cermati tren persaingan. Fakultas bergengsi seperti STEI-K (Komputasi) dan FTTM biasanya mencatat rasio peminat hingga 1:20 atau lebih tinggi. Meskipun kuotanya tergolong besar, jumlah pelamar bisa melonjak drastis.

2. Perhatikan Fakultas dengan Kuota Sedang namun Peluang Lebih Terbuka

Fakultas seperti SITH-R (Rekayasa) dengan 75 kursi atau FMIPA-IPA dengan 98 kursi sering menjadi pilihan alternatif yang cerdas. Bidang keilmuannya tetap prospektif, tetapi tingkat persaingan tidak setinggi pada fakultas paling favorit.

3. Kampus Cirebon sebagai Opsi Realistis

ITB membuka beberapa program studi di Kampus Cirebon dengan kuota lebih kecil namun tingkat persaingan relatif lebih longgar. Contohnya SITH-C (18 kursi) atau FTTM-C (30 kursi). Jika kamu mengutamakan peluang diterima di ITB, pertimbangkan pilihan ini.

Sistem Penempatan Mahasiswa Setelah Diterima

Perlu kamu ketahui, ITB menerapkan sistem penempatan mahasiswa ke program studi setelah tahun pertama perkuliahan. Jadi, saat mendaftar SNBT, kamu memilih rumpun fakultas atau sekolah. Selama Tahun Persiapan Bersama (TPB), kamu mempelajari mata kuliah dasar. Pada akhir tahun pertama, kamu akan memilih program studi spesifik berdasarkan minat dan pencapaian akademik.

Untuk kampus Cirebon, pengelompokan masih mengikuti fakultas atau sekolah masing-masing. Mulai tahun akademik 2026/2027, seluruh mahasiswa baru program sarjana ITB dari semua jalur menjalani tahun pertama perkuliahan di Kampus ITB Jatinangor.

Syarat Kesehatan yang Wajib Kamu Perhatikan

Sebelum mendaftar, pastikan kamu memenuhi persyaratan khusus. Beberapa fakultas melarang pendaftar dengan buta warna, baik total maupun parsial. Sekolah Farmasi (SF) menjadi yang paling ketat dalam hal ini. Fakultas lain seperti FITB, FTTM, dan FSRD juga menerapkan aturan serupa. Jangan sampai lolos seleksi administrasi tetapi gugur di pemeriksaan kesehatan.

Jadwal Penting SNBT 2026

Catat tanggal-tanggal krusial berikut agar kamu tidak melewatkan satu tahapan pun:

  • Pendaftaran UTBK-SNBT: 25 Maret – 7 April 2026
  • Pelaksanaan UTBK: 21 – 30 April 2026
  • Pengumuman Hasil SNBT: 25 Mei 2026
  • Masa Unduh Sertifikat UTBK: 2 Juni – 31 Juli 2026

Biaya Kuliah (UKT) di ITB

ITB memberlakukan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) berjenjang berdasarkan kemampuan ekonomi keluarga. Berikut rinciannya:

Kelompok UKT 7 (tertinggi):

  • FMIPA-M dan SBM: Rp12.250.000 – Rp14.500.000 per semester
  • Fakultas lainnya (FITB, FTTM, FTMD, STEI, dll): Rp12.500.000 per semester

Kelompok UKT 1 (terendah): Rp500.000 per semester untuk semua fakultas

Program KIP Kuliah: ITB tetap menerima peserta Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Biaya pendidikan akan ditanggung sepenuhnya oleh program beasiswa dari pemerintah.

Bagikan artikel kepada teman-teman yang juga berjuang menuju ITB!

Baca juga:

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa perbedaan memilih fakultas vs program studi di SNBT ITB 2026?

Kamu memilih fakultas atau sekolah saat pendaftaran SNBT, bukan program studi spesifik. Setelah menyelesaikan tahun pertama perkuliahan (Tahap Persiapan Bersama), barulah kamu menentukan program studi berdasarkan minat dan pencapaian akademik. Sistem berlaku untuk semua fakultas di Kampus Ganesa dan Jatinangor, sementara Kampus Cirebon tetap menggunakan pengelompokan fakultas.

2. Fakultas mana dengan daya tampung SNBT 2026 ITB terbesar?

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) menyediakan 130 kursi, tertinggi di antara 24 fakultas. Peringkat kedua ditempati Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) dengan 115 kursi, disusul Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dengan 110 kursi.

3. Apakah ada syarat buta warna untuk mendaftar SNBT ITB 2026?

Iya, beberapa fakultas melarang pendaftar dengan buta warna total maupun parsial. Sekolah Farmasi (SF) menerapkan aturan paling ketat. Fakultas lain yang melarang buta warna antara lain FITB, FTTM, dan FSRD. Pastikan kamu memeriksa syarat khusus fakultas pilihan sebelum mendaftar.

4. Berapa kisaran biaya UKT di ITB melalui jalur SNBT?

Biaya UKT bervariasi dari Rp500.000 hingga Rp14.500.000 per semester, tergantung golongan ekonomi. Sebanyak 20% mahasiswa baru dikenakan tarif UKT terendah (golongan 1 dan 2). Peserta KIP Kuliah mendapatkan pembebasan biaya pendidikan sepenuhnya.

5. Di mana lokasi perkuliahan tahun pertama mahasiswa ITB 2026?

Mulai tahun akademik 2026/2027, seluruh mahasiswa baru program sarjana ITB dari semua jalur penerimaan menjalani tahun pertama perkuliahan di Kampus ITB Jatinangor. Penempatan ke kampus utama (Ganesa) atau kampus lain akan dilakukan pada tahun-tahun berikutnya.

Scroll to Top