Jika Ingin Jadi CEO Kuliah Jurusan Apa? – Mimpi untuk menjadi seorang Chief Executive Officer (CEO) adalah ambisi yang mulia. Posisi puncak di sebuah perusahaan ini identik dengan kepemimpinan, tanggung jawab besar, dan kemampuan untuk membawa organisasi menuju kesuksesan. Namun, jalan menuju kursi CEO seringkali dimulai dari sebuah pertanyaan mendasar: “Jurusan kuliah apa yang paling tepat untuk mempersiapkan karier sebagai CEO?”
Sebelum membahas jurusan, penting untuk memahami terlebih dahulu seperti apa tanggung jawab seorang CEO. Sebagai pemegang tampuk kepemimpinan tertinggi, seorang CEO bertugas untuk menetapkan strategi perusahaan, membuat keputusan krusial, memimpin tim eksekutif, dan bertanggung jawab penuh atas kinerja serta kesuksesan organisasi di hadapan dewan direksi dan pemegang saham. Peran ini membutuhkan kombinasi unik antara ilmu akademis, pengalaman lapangan, dan kecerdasan emosional.
Jurusan Kuliah Terbaik untuk Calon CEO
Tidak ada satu pun “jurusan CEO” yang resmi. Namun, latar belakang pendidikan tertentu telah terbukti memberikan fondasi pengetahuan dan pola pikir yang sangat relevan dengan tugas-tugas seorang pemimpin perusahaan. Berikut adalah lima pilihan program studi yang paling kompatibel.
1. Manajemen Bisnis (MBA sebagai Puncaknya)
Manajemen Bisnis, dengan MBA sebagai puncak pendidikannya, sering dianggap sebagai jalur paling langsung menuju dunia kepemimpinan korporat. Di jurusan ini, akan mendalami semua aspek fundamental bisnis, termasuk pemasaran, keuangan, operasional, sumber daya manusia, dan strategi bisnis. Program Magister Manajemen Bisnis atau MBA khususnya dirancang untuk menyatukan disiplin ilmu ini dengan fokus pada studi kasus dan pemecahan masalah dunia nyata. Jurusan ini cocok untuk posisi CEO karena memberikan “peta” lengkap tentang bagaimana sebuah perusahaan beroperasi, sehingga lulusannya mampu melihat perusahaan sebagai satu kesatuan yang utuh, sebuah perspektif yang sangat vital. Beberapa kampus yang direkomendasikan adalah Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya.
2. Ilmu Ekonomi
Jika Manajemen fokus pada pengelolaan internal perusahaan, Ilmu Ekonomi memberikan lensa untuk memahami lingkungan eksternal. Di sini, kamu akan menganalisis tren pasar, kebijakan moneter dan fiskal, mekanisme permintaan-penawaran, dan cara mengalokasikan sumber daya yang terbatas secara efisien. Jurusan ini cocok untuk CEO karena seorang pemimpin perusahaan harus dapat membaca “arah angin” perekonomian global dan lokal. Kemampuan analitis ini membantu dalam pengambilan keputusan strategis, identifikasi peluang usaha baru, dan antisipasi terhadap risiko ekonomi. Universitas seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Padjadjaran dikenal memiliki program Ilmu Ekonomi yang unggul.
3. Teknik (Terutama Teknik Industri & Informatika)
Lulusan teknik membawa pola pikir yang analitis, sistematis, dan berorientasi pada solusi. Teknik Informatika fokus pada logika pemrograman dan pembangunan sistem digital, sementara Teknik Industri mempelajari optimasi proses dan sistem yang kompleks dalam sebuah organisasi. Di era disruptif teknologi digital ini, pemahaman mendalam tentang tech adalah keunggulan besar bagi seorang CEO. Banyak startup technology didirikan oleh lulusan teknik yang akhirnya menjadi CEO, karena mereka mampu menginisiasi inovasi dan memahami produk inti perusahaannya. Kampus seperti Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Indonesia menawarkan program teknik yang sangat diakui.
4. Hukum
Sebuah perusahaan tidak dapat lepas dari jerat regulasi dan aspek legalitas, di sinilah latar belakang hukum menjadi sangat berharga. Di jurusan ini, kamu memahami seluk-beluk hukum bisnis, kontrak, tata kelola perusahaan atau corporate governance, dan hak kekayaan intelektual. Seorang lulusan hukum terlatih untuk memikirkan mitigasi risiko, struktur organisasi yang sehat, dan memastikan semua operasi perusahaan mematuhi aturan yang berlaku. Kemampuan negosiasi yang diasah selama kuliah juga sangat berguna dalam peran eksekutif. Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Diponegoro adalah beberapa perguruan tinggi dengan Fakultas Hukum yang terkenal.
5. Psikologi
Memimpin perusahaan pada dasarnya adalah memimpin manusia. Jurusan ini memberikan keahlian dalam memahami aspek paling kompleks dari sebuah organisasi, yaitu orang-orang di dalamnya. Kamu mendalami perilaku organisasi, motivasi manusia, dinamika kelompok, dan teknik kepemimpinan. Kecerdasan emosional atau EQ adalah keterampilan kepemimpinan yang krusial bagi seorang CEO. Pemimpin dengan latar belakang psikologi seringkali unggul dalam membangun budaya perusahaan yang positif, mengelola tim yang solid, dan memahami kebutuhan konsumen dari sisi perilaku. Untuk mendalami ilmu ini, dapat mempertimbangkan Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, atau Universitas Padjadjaran.
Keterampilan Tambahan yang Wajib Dikembangkan
Gelar sarjana hanyalah awal. Untuk menjadi CEO, kamu harus aktif mengasah soft skill berikut:
- Kemampuan untuk menginspirasi, memotivasi, dan mengarahkan tim menuju visi bersama.
- Bisa melihat gambaran besar, merencanakan jangka panjang, dan mengalokasikan sumber daya secara tepat.
- Memahami laporan keuangan, anggaran, dan metrik kinerja perusahaan adalah suatu keharusan.
- Dunia bisnis penuh tantangan. CEO harus tangguh dan cepat dalam mencari solusi.
Merancang Jalur Karier: Gelar Bukan Segalanya
Penting untuk diingat bahwa jarang sekali seseorang langsung menjadi CEO setelah lulus kuliah. Jalur menuju puncak biasanya dimulai dari posisi entry-level, kemudian menanjak melalui berbagai peran manajerial. Pengalaman operasional, membuktikan hasil nyata, dan membangun jaringan profesional (networking) sama pentingnya, bahkan lebih, dibandingkan gelar akademis semata. Banyak CEO yang justru memiliki karir yang non-linier, berpindah antar-divisi untuk mendapatkan pengalaman yang beragam.
Baca juga:
- Cara Cek Nomor Ijazah Secara Online dari SD sampai Perguruan Tinggi
- 20 Universitas Terbaik di Indonesia 2026 Berdasarkan QS Asia Rankings
- Daftar 10 Jurusan dengan Gaji Tinggi untuk Wanita
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)
1. Apakah harus lulusan Manajemen atau MBA untuk bisa jadi CEO?
Tidak harus. Banyak CEO sukses dari latar belakang Teknik, Hukum, bahkan Sastra. MBA adalah nilai tambah yang besar, terutama di perusahaan besar, tetapi pengalaman dan hasil kerja nyata tetap faktor penentu utama.
2. Skill apa yang paling penting untuk dikuasai calon CEO?
Kemampuan kepemimpinan, komunikasi, pemikiran strategis, dan financial acumen adalah yang paling kritis. Kecerdasan emosional (EQ) juga sering kali lebih penting daripada IQ murni.
3. Berapa tahun pengalaman kerja yang biasanya dibutuhkan untuk menjadi CEO?
Tidak ada angka pasti, tetapi biasanya membutuhkan 15-25 tahun pengalaman kerja dengan track record yang kuat, termasuk dalam posisi direktur atau vice president (VP).
4. Apakah lebih mudah menjadi CEO dengan memulai startup sendiri?
Ya, dengan membangun startup sendiri, kamu otomatis menjadi CEO. Namun, tantangannya justru lebih besar karena Anda harus membuktikan kelayakan bisnis, mencari pendanaan, dan memimpin perusahaan dari nol.
5. Jurusan mana yang paling futuristik untuk calon CEO di era digital?
Teknik Informatika dan jurusan terkait teknologi digital (seperti Data Science) sangat futuristik. Pemahaman mendalam tentang teknologi, AI, dan transformasi digital akan menjadi keunggulan kompetitif yang semakin besar di masa depan.




