Kasus penipuan dengan teknik phishing telah semakin marak dalam beberapa tahun terakhir. Phishing adalah upaya dari pelaku penipuan atau peretas untuk memperoleh data pribadi seseorang seperti kata sandi akun, tanggal lahir, PIN ATM, dan sebagainya. Informasi ini dimanfaatkan untuk melakukan akses yang tidak sah pada akun finansial, yang bisa berujung terkurasnya saldo rekening atau e-wallet.
Banyak pengguna internet yang tidak menyadari bahaya phishing, dan tidak jarang yang menjadi korban penipuan hingga ratusan juta karena modus phishing. Kita perlu selalu waspada, apalagi kini aktivitas finansial semakin banyak yang menggunakan sistem online. Misalnya, saat mengakses game website, pastikan hanya mengakses situs yang aman seperti BJ88.Â
Selain itu, kenali ciri-ciri link phising berikut ini untuk melindungi Anda dari resiko penipuan dengan modus phishing.
Ciri-ciri link phising
1. Alamat website yang mencurigakan
Saat mengakses situs tertentu, perhatikan nama alamat website atau domainnya. Situs yang resmi umumnya menggunakan nama yang resmi dari badan atau perusahaan yang bersangkutan. Waspadai situs yang mengaku resmi tetapi terdapat typo atau simbol yang aneh pada alamat websitenya.
2. Tampilan mirip website resmi, tetapi namanya berbeda
Salah satu ciri situs phising adalah tampilannya yang mirip dengan situs resmi, namun situs tersebut memiliki alamat atau nama yang berbeda. Jika kamu melihat keanehan ini, waspadai situs tersebut dan hindari mengisi data pribadi mu di situs ini.
3. Pesan mendesak agar mengakses situs
Agar calon korban mengakses situs palsu pada metode phishing, umumnya pelaku akan menggunakan pesan yang akan meminta korban mengakses situs atau link dengan segera. Misalnya pelaku mengancam akan memblokir rekening, atau menawarkan hadiah yang akan hangus jika tidak membuka link dengan segera.Â
4. Link dikirim dari nomor atau email yang tidak dikenal
Waspadai jika ada nomor atau email yang tidak dikenal mengirim link tertentu melalui chat atau email. Nomor tidak dikenal ini bisa saja pelaku phising yang mengaku dari bank atau aplikasi tertentu, yang tujuannya menggiring korban untuk mengakses sebuah link dan mengisi data pribadi.
5. Meminta OTP atau data pribadi lainnya
Website yang resmi tidak akan meminta OTP, PIN, atau kata sandi. Hati-hati jika link yang Anda akses meminta untuk mengisi OTP atau PIN. Saat bertransaksi secara online, pastikan menggunakan sistem dan platform yang aman yang menjamin otoritas transaksi dan keamanan data Anda.
Cara praktis menghindari link phising
Agar terhindar dari resiko mengakses link phising dan menjadi korban kebocoran data pribadi, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini sebelum mengakses link:
- Cek alamat website sebelum mengklik link. Perhatikan apakah alamat website sesuai dengan nama resmi aplikasi yang dituju dan tidak memiliki typo.
- Perhatikan sumber link tersebut. Link resmi umumnya tercantum pada halaman resmi perusahaan atau sumber lain yang dapat dipercaya, misalnya kontak resmi customer service, baik berupa chat atau email. Jika kamu menerima pesan atau email berisi link dari kontak yang tidak dikenal, sebaiknya lakukan konfirmasi dengan kontak resmi dari perusahaan terkait.
- Mengaktifkan 2FA. Verifikasi dua langkah (2FA) akan menambah lapisan keamanan untuk akun mu. Dengan mengaktifkan 2FA, peretas tidak dapat mengakses akun Anda meskipun telah memiliki password.
- Menggunakan antivirus. Modus phising dapat dilakukan dengan malware atau virus yang bisa terpasang secara tidak sengaja di perangkat. Tingkatkan keamanan perangkat dengan menggunakan antivirus atau mengaktifkan fitur keamanan browser.










