Peninggalan sejarah di Provinsi Jambi merupakan bukti nyata warisan peradaban yang telah membentuk identitas budaya dan sejarah wilayah ini secara mendalam. Sebagai salah satu daerah yang memiliki peranan penting dalam lintasan sejarah Nusantara, Jambi menyimpan khazanah peninggalan masa lampau yang sangat berharga, mulai dari era kerajaan Hindu-Buddha, kesultanan Islam, hingga masa kolonial. Artikel ini akan mengajak kamu menjelajahi berbagai situs bersejarah di Jambi yang tidak hanya memiliki nilai arkeologis tinggi tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya dan perjalanan panjang provinsi ini.
Kompleks Candi Muaro Jambi merupakan salah satu situs arkeologi terpenting di Indonesia dan tercatat sebagai kompleks candi Buddha terluas di Asia Tenggara. Terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, kawasan percandian ini membentang seluas 3.981 hektar di sepanjang tepian Sungai Batanghari. Berdasarkan penelitian arkeologis, situs ini diperkirakan berkembang antara abad ke-7 hingga ke-14 Masehi dan diyakini sebagai pusat pendidikan dan keagamaan Buddha yang terhubung dengan Kerajaan Sriwijaya dan Melayu Kuno.
Candi Muaro Jambi bukan sekadar satu bangunan tunggal, melainkan sebuah kompleks yang terdiri dari 82 reruntuhan bangunan kuno yang telah diidentifikasi, dengan 12 di antaranya sudah dipugar. Beberapa struktur candi yang telah dipugar antara lain:
Yang membedakan kompleks candi ini dari situs lainnya adalah adanya kanal-kanal kuno yang membentang di seluruh area, menunjukkan sistem pengairan dan transportasi yang maju pada masanya. Selain itu, ditemukannya arca prajnaparamita, arca dwarapala, pecahan keramik Tiongkok, dan prasasti yang menggunakan aksara Pallawa dan Jawa Kuno memperkuat nilai sejarah situs ini.
Pada tahun 2009, UNESCO menetapkan Candi Muaro Jambi sebagai Situs Warisan Dunia Tentatif, mengakui nilai universal luar biasa yang dimilikinya. Keberadaan kompleks candi ini menjadi bukti bahwa Jambi merupakan pusat peradaban dan pendidikan Buddha yang penting di Nusantara pada masanya.
Setelah era Hindu-Buddha, Jambi memasuki periode Kesultanan dengan pengaruh Islam yang kuat. Peninggalan sejarah Islam di Jambi mencerminkan akulturasi budaya Melayu dengan nilai-nilai Islam yang harmonis. Beberapa warisan penting dari masa ini antara lain:
Keris Siginjai merupakan salah satu pusaka kerajaan Jambi yang legendaris dan menjadi simbol Kota Jambi hingga saat ini. Menurut legenda, keris ini memiliki kaitan erat dengan Orang Kayo Hitam, pendiri Kesultanan Jambi. Keris ini bukan hanya senjata tradisional, melainkan lambang kekuasaan dan kedaulatan kesultanan. Bentuknya yang khas dengan pamor yang indah mencerminkan keahlian empu keris Jambi pada masa lalu. Saat ini, replika Keris Siginjai dapat dilihat di berbagai tempat sebagai simbol identitas budaya Jambi.
Beberapa kompleks makam kuno menjadi saksi bisu kejayaan Kesultanan Jambi, antara lain:
Masjid kuno di Jambi mencerminkan arsitektur tradisional dengan pengaruh Islam, seperti:
Peninggalan kolonial di Jambi memberikan gambaran tentang periode penjajahan yang meninggalkan bekas mendalam pada sejarah daerah ini. Berbagai bangunan dan struktur dari masa ini masih dapat disaksikan hingga sekarang:
Di kawasan Bandara Lama Sultan Thaha Saifuddin, terdapat bunker-bunker peninggalan Jepang yang digunakan sebagai tempat perlindungan dan pertahanan selama pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945). Struktur beton yang kokoh ini menjadi saksi bisu periode singkat namun meninggalkan dampak signifikan dalam sejarah Jambi.
Untuk melestarikan dan mempresentasikan kekayaan sejarah Jambi kepada publik, terdapat beberapa museum dan lembaga budaya yang menyimpan berbagai artefak dan informasi penting:
Museum Gentala Arasy merupakan museum budaya dengan arsitektur yang unik, terletak di tepian Sungai Batanghari. Objek museum ini menjadi pusat informasi tentang peradaban Islam dan budaya Melayu Jambi. Koleksinya meliputi:
Nama Gentala Arasy sendiri merupakan singkatan dari “gena tanah lahir Abdurrahman Sayuti” sebagai bentuk penghormatan kepada mantan gubernur Jambi.
Taman Tanggo Rajo di Muara Tebo merupakan salah satu lokasi yang memiliki nilai sejarah dan telah menjadi tempat berkumpulnya masyarakat. Meskipun telah mengalami modernisasi, taman ini tetap mempertahankan nilai historisnya dan sering digunakan untuk berbagai kegiatan budaya dan masyarakat.
Kelenteng Hok Tek merupakan kelenteng tertua di Kota Jambi yang didirikan pada tahun 1870. Keberadaan kelenteng ini menjadi bukti sejarah komunitas Tionghoa yang telah lama menjadi bagian dari masyarakat Jambi dan turut berkontribusi dalam perkembangan ekonomi dan budaya daerah.
Peninggalan sejarah di Provinsi Jambi tidak hanya memiliki nilai arkeologis dan historis, tetapi juga mengandung nilai-nilai penting lainnya:
Pelestarian warisan sejarah Jambi menghadapi berbagai tantangan, termasuk:
Namun, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas budaya untuk menjaga kelestarian situs-situs bersejarah ini, termasuk melalui:
Sebagai penutup, kami mengajak untuk turut serta dalam melestarikan peninggalan bersejarah di Jambi. Caranya dapat dimulai dengan:
Warisan sejarah adalah jendela masa lalu yang mengajarkan kita untuk menghargai perjalanan panjang peradaban manusia. Dengan melestarikan peninggalan sejarah Jambi, kita turut menjaga identitas bangsa dan mewariskan pelajaran berharga untuk generasi mendatang.
Baca juga:
Peninggalan utama dari masa Hindu-Buddha di Jambi adalah Kompleks Candi Muaro Jambi yang merupakan situs percandian Buddha terluas di Asia Tenggara, terdiri dari 82 reruntuhan candi dengan kanal kuno dan berbagai artefak seperti arca dan prasasti.
Beberapa lokasi wisata sejarah utama di Jambi antara lain: Kompleks Candi Muaro Jambi, Makam Sultan Thaha Saifuddin di Tebo, Museum Gentala Arasy, benteng-benteng peninggalan Belanda, bunker Jepang di bandara lama, dan Kelenteng Hok Tek.
Peninggalan bersejarah Islam di Jambi meliputi Keris Siginjai (pusaka kerajaan), kompleks makam sultan-sultan Jambi (termasuk Makam Sultan Thaha), masjid-masjid kuno, dan berbagai naskah kuno Islam yang disimpan di Museum Gentala Arasy.
Candi Muaro Jambi merupakan kompleks percandian Buddha terluas di Asia Tenggara, pusat pendidikan dan keagamaan masa Sriwijaya, memiliki sistem kanal kuno yang maju, dan telah diusulkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, mewakili peradaban tinggi masa lampau Nusantara.
Sebagian peninggalan sejarah Jambi telah dipugar dan terpelihara dengan baik, sementara lainnya memerlukan perhatian lebih. Upaya pelestarian dilakukan melalui pemugaran, pendokumentasian, edukasi masyarakat, dan pengembangan wisata heritage yang bertanggung jawab oleh pemerintah dan komunitas.
SMUP 2026 SMUP 2026 menjadi gerbang utama bagi kamu yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Universitas Padjadjaran…
SBUB UNDIP 2026