Cerita Rakyat Jambi Orang Kayo Hitam (Rangkayo Hitam)

Orang Kayo Hitam

Orang Kayo Hitam merupakan nama besar yang mengukir sejarah berdirinya Kesultanan Jambi pada abad ke-14 hingga 15 Masehi. Sebagai putra dari Raja Jambi, Datuk Paduko Berhalo, dan permaisuri Putri Selaras Pinang Masak, tokoh ini tidak hanya dikenal sebagai penguasa, tetapi juga sebagai pahlawan yang berani menentang penjajahan.

Siapa Orang Kayo Hitam Jambi?

Orang Kayo Hitam, yang juga dikenal dengan nama Rangkayo Hitam, adalah putra dari Raja Jambi, Datuk Paduko Berhalo, dan permaisurinya, Putri Selaras Pinang Masak. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Dalam struktur kepemimpinan pada masa itu, meskipun bukan anak pertama, kharisma dan kesaktiannya membuatnya mencuat sebagai figur yang paling dikenang.

Lingkungan kerajaan tempatnya dibesarkan membentuknya menjadi pribadi yang paham betul tentang tata negara dan harga diri sebuah kerajaan. Jiwa kepemimpinannya sudah terlihat sejak muda, dan ia tidak pernah ragu untuk bersuara lantang membela hak dan kedaulatan negerinya. Sejarah mencatatnya sebagai seorang Raja Melayu Jambi yang sangat pemberani dan memiliki kesaktian yang luar biasa, yang kelak menjadi senjata ampuh dalam mempertahankan kemandirian Kerajaan Melayu Jambi dari cengkeraman kerajaan lain.

Perebutan Kedaulatan terhadap Kerajaan Mataram

Konflik besar yang mengukuhkan nama Orang Kayo Hitam sebagai pahlawan adalah penolakannya yang tegas terhadap pembayaran upeti kepada Kerajaan Mataram (dalam beberapa versi disebut Majapahit). Saat itu, kepemimpinan Kesultanan Jambi dipegang oleh kakaknya, Rangkayo Pingai. Praktik pengiriman upeti ini menandakan bahwa Jambi berada dalam status taklukkan atau wilayah jajahan.

Bagi Rangkayo Hitam, praktik ini adalah sebuah penghinaan. Ia berpendapat kokoh bahwa Kerajaan Melayu Jambi adalah entitas yang berdaulat penuh dan tidak harus tunduk pada kekuasaan manapun. Sikapnya ini diwujudkan dengan tindakan nyata: ia secara berani mencegat dan menggagalkan pengiriman upeti yang ditujukan kepada Kerajaan Mataram. Tindakan provokatif ini tentu saja membangkitkan amarah penguasa Mataram.

Mendengar gejolak di Jambi dan munculnya sosok “orang sakti” bernama Rangkayo Hitam, Raja Mataram pun merencanakan sebuah ekspedisi militer besar yang dikenal sebagai Serangan Pamalayu. Sebagai persiapan, ia memerintahkan seorang empu terbaik untuk menciptakan sebuah keris sakti yang khusus ditujukan untuk membunuh Rangkayo Hitam.

Petualangan ke Tanah Jawa dan Perolehan Keris Siginjai

Bukannya menunggu serangan datang, Orang Kayo Hitam justru memilih untuk mengambil inisiatif. Dengan keberanian yang luar biasa, ia berangkat sendiri ke jantung kekuasaan Kerajaan Mataram. Tujuannya jelas: menggagalkan rencana pembunuhan yang ditujukan padanya.

Sesampainya di Mataram, ia berhasil menemui sang empu yang sedang menyelesaikan keris pusaka tersebut. Dengan menyamar, ia bertanya untuk siapa keris itu dibuat. Sang empu, tanpa curiga, menjelaskan bahwa keris yang terbuat dari tujuh macam besi berawalan huruf ‘P’ itu adalah senjata untuk membunuh seorang sakti dari Jambi bernama Rangkayo Hitam. Empu itu juga menyebutkan bahwa keris itu akan sempurna kesaktiannya setelah dimandikan di tujuh muara yang berbeda.

Mendengar penjelasan itu, Rangkayo Hitam pun bertindak. Ia merebut keris pusaka tersebut dan dalam perkelahian, sang empu tewas di tangannya. Dengan membawa keris itu, ia segera kembali ke Jambi untuk mempersiapkan pertahanan kerajaan. Sesuai petunjuk empu, ia lalu menyempurnakan keris tersebut dengan memandikannya di tujuh muara. Proses ini membuat keris itu semakin beraura magis dan menjadi senjata andalannya yang paling ditakuti.

Asal-Usul Nama “Keris Siginjai”

Keris Siginjai memiliki cerita unik mengenai penamaannya. Konon, Rangkayo Hitam sering meletakkan keris pusakanya di sanggul rambutnya, sehingga masyarakat sekitar menyebutnya “Ginjai” yang berarti tusuk konde. Dari kebiasaan inilah, keris pusaka tersebut akhirnya dinamakan Keris Siginjai, yang menjadi simbol kekuasaan dan kesaktian Rangkayo Hitam.

Hingga kini, Keris Siginjai dianggap sebagai salah satu benda pusaka terpenting dalam sejarah Kesultanan Jambi. Keris ini tidak hanya menjadi senjata fisik, tetapi juga simbol perlawanan terhadap penjajahan dan representasi dari kedaulatan Kerajaan Melayu Jambi.

Legenda dan Kisah Mistis Orang Kayo Hitam

Di samping kisah sejarahnya, Orang Kayo Hitam juga dikelilingi oleh berbagai legenda dan kisah mistis yang masih dipercaya oleh masyarakat Jambi hingga saat ini.

1. Kekuatan Gaib dan Kesaktian

Rangkayo Hitam dipercaya memiliki kekuatan supranatural yang tidak dimiliki oleh orang biasa. Kesaktiannya ini menjadi salah satu faktor yang membuatnya disegani oleh kerajaan-kerajaan tetangga. Kemampuannya dalam menghadapi berbagai tantangan dan musuh membuat namanya semakin melegenda di wilayah Sumatera.

2. Pasukan Gaib Penjaga Wilayah

Salah satu legenda yang paling terkenal tentang Rangkayo Hitam adalah tentang pasukan gaib yang diperintahkannya untuk menjaga wilayah kesultanannya. Konon, sebelum meninggal dunia, Orang Kayo Hitam memerintahkan pasukan gaibnya untuk menjaga kesembilan kerajaan yang telah dibentuknya dari segala macam serangan dan bencana alam.

Pasukan gaib milik Rangkayo Hitam ini dipercaya bermarkas di Gunung Kerinci, gunung tertinggi di Indonesia yang terletak di perbatasan Jambi dan Sumatera Barat. Masyarakat setempat meyakini bahwa salah satu lokasi yang sering menampakkan penampakan gaib adalah Danau Kerinci, di mana sering terlihat prajurit setinggi pohon kelapa sedang berbaris.

Makam dan Situs Peninggalan Sejarah

Makam Orang Kayo Hitam terletak di Desa Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Situs makam ini tidak hanya menjadi tempat pemakaman, tetapi juga merupakan bukti arkeologis penting yang merepresentasikan perpaduan antara masa Hindu-Buddha dan masa Islam di Jambi.

1. Kompleks Makam Orang Kayo Hitam

Pada Situs Makam Orang Kayo Hitam, terdapat beberapa peninggalan cagar budaya lainnya, yaitu Struktur Bata Kuno/Candi 1 dan Struktur Bata Kuno/Candi 2. Keunikan dari situs ini adalah adanya beberapa tinggalan cagar budaya yang berasal dari dua masa yang berbeda (multi component sites).

Pertama, adalah makam Orang Kayo Hitam dan makam Puteri Mayang Mangurai yang merupakan tokoh penting di masa Kesultanan Jambi yang merepresentasikan masa Islam. Kedua, masa Hindu Budha yang dibuktikan dengan adanya tinggalan struktur bata kuno yang diduga Candi Budha. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya temuan pendukung yang antara lain berupa tangan arca dan arca kepala berwujud singa.

2. Deskripsi Makam

Di lokasi ini terdapat empat buah makam yang terdiri dari:

  • Makam Orang Kayo Hitam
  • Makam istrinya, Puteri Mayang Mangurai
  • Makam kucing yang menjadi peliharaan Orang Kayo Hitam
  • Sebuah makam baru yang dikuburkan pada saat terjadi banjir

Makam-makam kuno ini mempunyai nisan dari batu andesit dan berukuran cukup besar. Berbentuk persegi dengan bagian atas berbentuk kurawal. Makam merupakan bangunan yang terdiri dari 2 bagian, depan dan belakang. Di bagian depan merupakan bangunan yang digunakan sebagai tempat segala keperluan peziarah yang berkaitan dengan ibadah, tempat pertemuan.

Denah bangunan belakang ini berbentuk empat persegi panjang dan berukuran 8,20 m x 6,5 m. Bangunan belakang ini merupakan cungkup utama makam Orang Kayo Hitam berbentuk empat persegi panjang. Dan dalam bangunan cungkup beratap tersebut terdapat makam Orang Kayo Hitam, Puteri Mayang Mangurai, makam kucing peliharaan Datuk Orang Kayo Hitam, dan makam masyarakat (umum).

Jirat makam Orang Kayo Hitam berbentuk persegi panjang berukuran 5,2 m x 1,5 m. Terdapat 2 buah nisan berbentuk kurawal di arah Utara – Selatan. Nisan terbuat dari batu andesit yang sudah aus permukaannya.

Makna dan Warisan Budaya Orang Kayo Hitam

Orang Kayo Hitam telah meninggalkan warisan budaya yang sangat berharga bagi masyarakat Jambi khususnya dan Indonesia umumnya. Kisah perjuangannya melambangkan semangat anti-penjajahan dan perlawanan terhadap ketidakadilan.

1. Simbol Kedaulatan dan Keberanian

Orang Kayo Hitam menjadi simbol kedaulatan dan keberanian rakyat Jambi. Penolakannya untuk tunduk pada Kerajaan Mataram menunjukkan prinsipnya yang teguh mengenai kemandirian dan harga diri sebuah bangsa. Sikap ini menginspirasi generasi-generasi berikutnya untuk selalu menjaga kedaulatan dan martabat daerahnya.

2. Representasi Kepemimpinan Ideal

Kisah Orang Kayo Hitam merepresentasikan kepemimpinan ideal dalam tradisi Melayu. Seorang pemimpin yang tidak hanya memiliki kekuatan fisik dan kesaktian, tetapi juga kecerdikan, kebijaksanaan, dan keberanian untuk membela rakyatnya. Kepemimpinan Orang Kayo Hitam menjadi teladan bagi para pemimpin di Jambi hingga saat ini.

3. Warisan Budaya dan Sejarah

Warisan Orang Kayo Hitam masih dapat kita lihat hingga kini, baik dalam bentuk fisik seperti Keris Siginjai dan kompleks makamnya, maupun dalam bentuk non-fisik seperti legenda, cerita rakyat, dan nilai-nilai perjuangan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Orang Kayo Hitam dalam Konteks Kekinian

Dalam konteks kekinian, kisah Orang Kayo Hitam tetap relevan untuk dijadikan inspirasi. Semangatnya dalam mempertahankan kedaulatan, keberaniannya dalam menghadapi ketidakadilan, serta kecerdikannya dalam menyusun strategi merupakan nilai-nilai universal yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan modern.

1. Pendidikan Karakter

Kisah Rangkayo Hitam dapat dijadikan sebagai materi pendidikan karakter, terutama dalam menanamkan nilai-nilai keberanian, kecerdikan, dan nasionalisme. Melalui tokoh ini, generasi muda dapat belajar tentang pentingnya mempertahankan prinsip dan membela kebenaran.

2. Pariwisata Budaya

Situs Makam Rangkayo Hitam dan legenda yang mengelilinginya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata budaya. Pengembangan wisata heritage yang terintegrasi dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat sekaligus melestarikan warisan budaya Jambi.

3. Inspirasi Seni dan Sastra

Legenda Orang Kayo Hitam juga menjadi inspirasi bagi berbagai bentuk ekspresi seni dan sastra, mulai dari seni pertunjukan, sastra tulisan, hingga film dan media digital. Kisahnya yang dramatis dan penuh nilai filosofis memberikan ruang kreatif yang luas bagi para seniman.

Bagaimana pendapat mu tentang legenda dan sejarah Orang Kayo Hitam? Apakah pernah mengunjungi makamnya di Jambi? Jangan lupa untuk membagikan artikel ini agar lebih banyak orang yang mengenal salah satu pahlawan besar Nusantara dari tanah Jambi ini.

Baca juga:

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ) tentang Orang Kayo Hitam

1. Siapa sebenarnya Orang Kayo Hitam?

Rangkayo Hitam adalah pendiri dan penguasa Kesultanan Jambi pada abad ke-14-15 Masehi, dikenal sebagai tokoh pemberani yang menentang penjajahan Kerajaan Mataram.

2. Apa itu Keris Siginjai?

Keris Siginjai adalah keris pusaka milik Rangkayo Hitam yang diperolehnya dari empu di Mataram, kemudian disempurnakan dengan dimandikan di tujuh muara, menjadi senjata sakti dan simbol kekuasaannya.

3. Di mana makam Orang Kayo Hitam berada?

Makam Rangkayo Hitam terletak di Desa Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, dalam kompleks situs yang juga terdapat peninggalan masa Hindu-Buddha.

4. Apa hubungan Orang Kayo Hitam dengan Gunung Kerinci?

Menurut legenda, pasukan gaib Rangkayo Hitam dipercaya bermarkas di Gunung Kerinci dan masih menjaga wilayah Kesultanan Jambi hingga saat ini.

5. Mengapa Orang Kayo Hitam menolak membayar upeti kepada Mataram?

Karena ia meyakini bahwa Kerajaan Melayu Jambi adalah kerajaan yang berdaulat dan tidak seharusnya tunduk pada kekuasaan kerajaan lain, yang mencerminkan semangat kemandirian dan anti-penjajahan.

Referensi

  1. Maharani, T. (2023). Mengenal Sejarah Orang Kayo Hitam. Nazharat: Jurnal Kebudayaan29(1), 26-33.
  2. Ikhwan, M., & Anggela, F. R. (2019). MAKAM LEGENDA ORANG KAYO HITAM: SEBUAH ANALISIS HISTORIS. Nazharat: Jurnal Kebudayaan25(1), 53-63.
  3. Ikhwan, M., & Anggela, F. R. (2019). MAKAM LEGENDA ORANG KAYO HITAM: SEBUAH ANALISIS HISTORIS. Nazharat: Jurnal Kebudayaan25(1), 53-63.
Scroll to Top