Apa Saja 3 Tujuan Utama dari Motif Ekonomi dan Contohnya?

Apa Saja 3 Tujuan Utama dari Motif Ekonomi

Apa saja 3 tujuan utama dari motif ekonomi? Ini adalah pertanyaan mendasar yang membuka pintu pemahaman terhadap seluruh perilaku manusia dalam dunia bisnis, produksi, konsumsi, dan perdagangan. Setiap kali memutuskan untuk membeli kopi, seorang pengusaha meluncurkan produk baru, atau pemerintah membangun infrastruktur, di sanalah motif ekonomi sedang bekerja. Memahami tujuannya bukan hanya teori akademis, melainkan kunci untuk menganalisis pasar, membuat keputusan finansial yang cerdas, dan bahkan memahami berita ekonomi global.

Pengertian Motif Ekonomi

Sebelum menjawab pertanyaan utama tentang tujuannya, mari kita sepakati definisinya. Motif ekonomi adalah dorongan, alasan, atau incentif yang membuat seseorang atau lembaga melakukan tindakan atau kegiatan ekonomi. Ini adalah “mengapa” di balik apa yang kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan dalam sumber daya yang terbatas.

Dua pelaku utama motif ekonomi dengan motivasi yang sedikit berbeda adalah:

  • Motif Ekonomi Individu: Dorongan dari dalam diri seseorang.
  • Motif Ekonomi Perusahaan/Organisasi: Dorongan yang dimiliki badan usaha atau kelompok.

Nah, dari beragam alasan yang spesifik tersebut, kita dapat merangkumnya ke dalam tiga tujuan pokok yang universal.

1. Memenuhi Kebutuhan dan Mencapai Kemakmuran (Kesejahteraan)

Tujuan pertama dan paling mendasar dari motif ekonomi adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berusaha mencapai tingkat kemakmuran atau kesejahteraan yang diinginkan.

Ini adalah akar dari semua kegiatan ekonomi. Manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas, sementara sumber daya terbatas (scarce resources). Kondisi ini menciptakan dorongan intrinsik untuk bertindak.

  • Tujuan ini bekerja secara bertahap, mulai dari pemenuhan kebutuhan primer (pokok) seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Setelah terpenuhi, motif akan mengarah pada kebutuhan sekunder (pelengkap) seperti pendidikan, kesehatan, dan rekreasi, lalu berlanjut ke kebutuhan tersier (mewah/prestise) yang bertujuan meningkatkan status sosial.
  • Contoh dalam Kehidupan:
    • Kamu bekerja dari pagi hingga sore. Apa tujuan motif ekonomi di baliknya? Untuk mendapatkan gaji guna membeli kebutuhan sehari-hari, membayar tagihan, dan mungkin menabung untuk liburan (kemakmuran). Seorang ibu membeli beras dan sayur adalah tindakan dengan motif memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
    • Sebuah perusahaan real estate membangun perumahan sederhana. Tujuan utamanya adalah memenuhi kebutuhan pokok masyarakat akan hunian layak, sekaligus meraih keuntungan dari aktivitas tersebut. Di sini, pemenuhan kebutuhan konsumen menjadi jalan untuk mencapai tujuan perusahaan.

2. Mendapatkan Keuntungan (Profit/Laba)

Tujuan utama kedua dari motif ekonomi, khususnya dalam dunia usaha, adalah untuk memperoleh keuntungan atau laba.

Ini adalah motif pendorong utama di balik aktivitas produksi dan perdagangan. Keuntungan bukan sekadar uang, tetapi indikator keberhasilan, sumber dana pengembangan usaha, dan daya tarik bagi investor. Tanpa harapan akan laba, sangat sedikit orang yang mau mengambil risiko berwirausaha.

  • Peran Vital Keuntungan, dimana laba berfungsi sebagai:
    1. Imbalan atas Risiko: Pengusaha menanggung risiko gagal. Keuntungan adalah kompensasinya.
    2. Sumber Investasi Kembali: Laba digunakan untuk ekspansi, riset, dan inovasi produk.
    3. Pengukur Efisiensi: Kemampuan menghasilkan laba menunjukkan efisiensi dan daya saing perusahaan.
  • Contoh dalam Kehidupan:
    • Seorang pedagang online membeli barang grosir dan menjualnya eceran. Apa alasan motif ekonominya? Selisih antara harga beli dan jual, yang kita sebut keuntungan, adalah tujuan utamanya. Strategi promosi, diskon, dan pelayanan prima semuanya dioptimalkan untuk mencapai tujuan profit ini.
    • Perusahaan teknologi seperti smartphone selalu meluncurkan model baru. Di balik motif berinovasi, ada tujuan ekonomi yang jelas: merebut pasar lebih besar dan meningkatkan pendapatan serta margin laba. Setiap iklan yang Anda lihat pada dasarnya didanai oleh dan bertujuan untuk menciptakan laba.

3. Memperoleh Pengakuan, Kekuasaan, dan Kelangsungan Usaha

Tujuan utama ketiga dari motif ekonomi adalah yang lebih psikologis dan strategis, yaitu mendapatkan pengakuan (prestise), meraih kekuasaan pasar, serta menjamin kelangsungan hidup (survival) atau keberlanjutan.

Setelah kebutuhan dasar terpenuhi dan keuntungan tercapai, motif ekonomi sering berkembang ke tujuan yang lebih kompleks. Ini tentang posisi, pengaruh, dan warisan.

  • Tiga Aspek dalam Satu Tujuan:
    1. Pemenuhan kebutuhan akan harga diri dan status sosial. Konsumsi barang bermerek atau mewah sering didorong oleh motif ini (Pengakuan/Prestise (Demonstration Effect)
    2. Keinginan untuk memiliki pengaruh dominan di pasar (market leader) atau dalam bidang politik. Monopoli dan oligopoli sering berasal dari motif kekuasaan ini (Kekuasaan Ekonomi & Politik)
    3. Dorongan untuk memastikan perusahaan atau sumber penghidupan tetap eksis dalam jangka panjang. Ini adalah motif defensif yang sangat krusial (Kelangsungan Usaha (Going Concern)
  • Contoh dalam Kehidupan:
    • Seseorang membeli mobil mewah terbaru tidak hanya untuk transportasi (tujuan pertama), tetapi juga untuk memperoleh pengakuan dari lingkungan sosialnya.
    • Perusahaan minuman bersaing ketat dengan iklan besar-besaran dan penetrasi harga. Apa tujuan motif ekonomi di balik perang ini? Bukan hanya laba jangka pendek, tetapi penguasaan pangsa pasar (kekuasaan) dan memastikan brand mereka tetap relevan dan bertahan (kelangsungan usaha) di tengah persaingan.

Interaksi Ketiga Tujuan Utama Ini dalam Dunia Nyata

Ketiga tujuan utama motif ekonomi ini jarang berdiri sendiri. Mereka saling berkaitan dan membentuk sebuah rantai atau siklus.

  • Seseorang bekerja untuk memenuhi kebutuhan (Tujuan 1). Jika pekerjaannya efisien, ia bisa menghasilkan keuntungan lebih (tabungan/investasi) (Tujuan 2). Keuntungan itu kemudian dapat digunakan untuk meningkatkan status hidupnya, misalnya dengan membeli rumah yang lebih baik, yang memberinya pengakuan (Tujuan 3).
  • Startup lahir untuk memenuhi kebutuhan pasar yang belum terlayani (Tujuan 1). Jika sukses, mulai mencetak laba (Tujuan 2). Laba tersebut diinvestasikan untuk ekspansi dan inovasi agar menjadi pemimpin pasar (kekuasaan) dan bertahan selamanya (kelangsungan usaha) (Tujuan 3).

Memahami interaksi ini membantu kita melihat strategi bisnis dan kebijakan ekonomi dengan lebih holistik.

Jadi, menjawab pertanyaan awal, apa saja 3 tujuan utama dari motif ekonomi? Ketiganya adalah: (1) Pemenuhan Kebutuhan dan Kemakmuran, (2) Pencarian Keuntungan, dan (3) Perebutan Pengakuan, Kekuasaan, dan Kelangsungan Hidup.

Dengan memahami tiga tujuan pokok ini, kamu dapat:

  • Menganalisis Keputusan Finansial: Mengapa memilih investasi A daripada B? Mana yang dominan: kebutuhan, keuntungan, atau prestise?
  • Memahami Pasar: Mengapa sebuah brand melakukan endorsement dengan selebritas? Itu menyentuh tujuan pengakuan dan kekuasaan.
  • Membuat Rencana Bisnis: Sebuah rencana bisnis yang baik harus secara jelas menunjukkan bagaimana bisnis akan memenuhi kebutuhan pasar (T1), menghasilkan laba (T2), dan mempertahankan diri (T3).

Artikel ini bisa menjadi diskusi yang menarik jika kamu membagikannya ke rekan atau di media sosial Anda.

Baca juga:

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa perbedaan motif ekonomi dan prinsip ekonomi?

Motif ekonomi adalah ALASAN atau TUJUAN di balik suatu tindakan (misal: ingin dapat untung). Prinsip ekonomi adalah PEDOMAN/CARA untuk mencapai tujuan itu dengan efisien, yaitu dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk hasil sebesar-besarnya.

2. Apakah motif sosial termasuk motif ekonomi?

Secara teknis, motif sosial (seperti menolong sesama) adalah motif non-ekonomi karena alasan utamanya bukan keuntungan materi. Namun, motif sosial bisa menjadi pendorong untuk melakukan tindakan ekonomi. Contoh: Pengusaha yang bekerja keras agar bisa menyumbang lebih banyak.

3. Manakah yang paling kuat dari ketiga tujuan utama motif ekonomi?

Memenuhi Kebutuhan adalah yang paling fundamental dan kuat, karena terkait dengan survival (bertahan hidup). Tanpa ini, tujuan lainnya seringkali tidak relevan. Namun, dalam konteks bisnis yang mapan, Keuntungan dan Kelangsungan Usaha bisa menjadi yang paling dominan.

4. Bagaimana pemerintah memanfaatkan pemahaman tentang motif ekonomi?

Pemerintah menggunakan insentif (seperti tax break) dan disinsentif (seperti pajak tinggi) untuk mengarahkan motif ekonomi masyarakat dan perusahaan menuju tujuan pembangunan nasional, seperti dengan mendorong investasi di sektor tertentu atau mengurangi konsumsi barang impor.

5. Apakah motif ekonomi selalu rasional?

Tidak selalu. Teori ekonomi klasik mengasumsikan rasionalitas, tetapi dalam perilaku nyata, faktor psikologis, emosi, dan budaya sering mempengaruhi keputusan. Misalnya, membeli barang mewah jauh di atas kemampuan hanya untuk pengakuan bisa dianggap tidak rasional secara finansial.

Scroll to Top